Title: DESAIN PENELITIAN EKSPERIMEN
1DESAIN PENELITIAN EKSPERIMEN
Dr. Marsel R. Payong, M.Pd. STKIP St. Paulus
Ruteng, Flores
2BEBERAPA KONSEP DASAR
- Penelitian eksperimen bertujuan untuk mengetahui
pengaruh dari suatu perlakuan terhadap keadaan
atau hasil tertentu - Beberapa ciri penelitian eksperimen
- adanya variabel independen yang dimanipulasi
(treatment variable) dan variabel dependen yang
merupakan akibat dari manipulasi variabel
independen (outcome variable) - Adanya kontrol terhadap berbagai variabel asing
(extraneous variable) untuk mengetahui
efektivitas dari suatu perlakuan - Adanya pengacakan terhadap subjek / kelompok
subjek - Adanya perbandingan kelompok
3Kapan Melakukan Eksperimen?
- Bila peneliti ingin mengetahui suatu hubungan
sebab akibat secara langsung antara suatu
variabel independen (perlakuan) dengan variabal
dependen (hasil) - Bila peneliti ingin menguji suatu perlakuan /
intervensi tertentu untuk melihat efektivitasnya
(mis. dalam RD) - Bila peneliti ingin menguji suatu intervensi yang
sudah terbukti efektif pada latar tertentu pada
latar atau situasi yang lain (eksperimen
replikasi)
4(No Transcript)
5Masalah dalam Penelitian Eksperimen
- Research-based problem masalah yang belum
terjawab dari hasil penelitian yang sudah
dilakukan sebelumnya. - Mis eksperimen sebelumnya telah membuktikan
bahwa ada pengaruh positif dan signifikan
penggunaan strategi X terhadap hasil belajar
Mapel Y. Masalah yang belum terjawab bagaimana
pengaruh dari strategi X terhadap hasil belajar
Mapel Y untuk siswa yang memiliki motivasi
belajar tinggi dan motivasi belajar rendah? - Maka eksperimen yang dapat dibuat adalah menguji
strategi X untuk meningkatkan hasil belajar Mapel
Y bagi siswa yang bermotivasi belajar tinggi dan
motivasi belajar rendah.
6Masalah dalam Penelitian Eksperimen
- Practical-based problem masalah yang berasal
dari praktek atau pengalaman empiris tertentu. - Mis. studi sebelumnya memperlihatkan bahwa
rendahnya hasil belajar mata pelajaran X
disebabkan oleh strategi guru yang kurang tepat. - Maka eksperimen yang dibuat adalah menguji satu
strategi baru dengan strategi yang biasa
digunakan guru sebelumnya (dalam kelas eksperimen
dan kelas kontrol)
7Masalah dalam Penelitian Eksperimen
- Replication-based problem masalah penelitian
merupakan replikasi/pengulangan terhadap
penelitian sebelumnya tetapi diterapkan pada
latar atau konteks yang berbeda. - Mis. eksperimen sebelumnya yang dibuat di sebuah
sekolah perkotaan memperlihatkan bahwa ada
pengaruh kuat metode X terhadap sikap terhadap
pluralisme agama. - Masalah eksperimen berikutnya bagaimana pengaruh
metode X terhadap sikap terhadap pluralisme agama
bagi siswa di pedesaan
8Beberapa Contoh Penelitian Eksperimen
- Pengaruh strategi konstruktivisme terhadap hasil
belajar Bhs Inggris - Pengaruh metode diskusi terbimbing (guided
discussion) terhadap hasil belajar PKn - Pengaruh strategi pembelajaran kolaboratif
terhadap hasil belajar PPKn dengan
mempertimbangkan kemampuan komunikasi
interpersonal - Pengaruh cerita dongeng terhadap kemampuan
menyimak siswa SD dilihat dari gaya kognitif
siswa - Pengaruh gaya mengajar guru terhadap kreativitas
siswa - Pengaruh metode kooperatif terhadap hasil belajar
Matematika dengan mempertimbangkan sikap terhadap
matematika - Efektivitas pengaruh strategi pembelajaran
problem-based dan kreativitas terhadap hasil
belajar Matematika - Efektivitas pengaruh pendekatan CTL terhadap
Hasil Belajar Sains di SD - Pengaruh Pendekatan Naratif Eksperiensial dan
Motivasi Belajar terhadap Hasil Belajar
Pendidikan Agama Katolik di SD
9Jenis-jenis Desain Eksperimen(Creswell, 2012)
- Desain Perbandingan Kelompok (Between-Group
Design) - True experiment (pre-posttest, posttest only)
- Quasi-experiment (pre-posttest, posttest only)
- Factorial Designs
- Desain Individual (Within-Group Design)
- Time Series Design
- Repeated measures experiments
- Single subject experiment
10Beberapa Desain Penelitian Eksperimen
Perbandingan Kelompok
Jenis Desain Model
True Exp Randomized posttest only control group design T R X O C R O
True Exp Randomized pretest-posttest control group design T R O X O C R O O
True Exp Randomized Solomon four group Design T1 R O X O C1 R O O T2 R X O C2 R O
Ket T Kelp Eksp C Kelp. Kontrol O
Pengamatan X Perlakuan R Pengacakan
11Jenis Desain Model
True Exp Randomized posttest-only control group design using matched subject T R M X O C R M O
True Exp Randomized pretest-posttest control group design using matched subject T R O M X O C R O M O
Ket T Kelp Eksp C Kelp. Kontrol O
Pengamatan X Perlakuan R Pengacakan M
Matching
12Metode dan Desain Penelitian Eksperimen (Cont.)
Jenis Desain Model
Factorial Design 2x2 Factorial Design T R O X Y1 O C R O Y1 O T R O X Y2 O C R O Y2 O
Factorial Design 3x3 Factorial Design T R O X Y1 O C R O Y1 O T R O X Y2 O C R O Y2 O T R O X Y3 O C R O Y3 O
Ket O Pengamatan X Perlakuan T Kelp Eksp C
Kelp. Kontrol M Matching Y var moderator
13Contoh Desain Faktorial 2x2
Motivasi Belajar (B) Strategi Pembelajaran (A) Strategi Pembelajaran (A)
Motivasi Belajar (B) Induktif (A1) Deduktif (A2)
Tinggi (B1) A1B1 A2B1
Rendah (B2) A1B2 A2B2
Total A1B1 A1B2 A2B1 A2B2
Judul Penelitian Pengaruh Strategi Induktif dan
Deduktif Terhadap Hasil Belajar Matematika
Ditinjau dari Motivasi Belajar Siswa
14Contoh Desain Faktorial 3x3
Sikap Thd Mapel (B) Strategi Pembelajaran (A) Strategi Pembelajaran (A) Strategi Pembelajaran (A)
Sikap Thd Mapel (B) Induktif (A1) Deduktif (A2) Konvensional (A3)
Positif (B1) A1B1 A2B1 A3B1
Netral (B2) A1B2 A2B2 A3B2
Negatif (B3) A1B3 A2B3 A3B3
Total A1B1 A1B2 A1B3 A2B1 A2B2 A2B3 A3B1 A3B2 A3B3
Judul Penelitian Pengaruh Strategi Pembelajaran
Terhadap Hasil Belajar Sains dengan
mempertimbangkan Sikap terhadap Mapel
15Metode dan Desain Penelitian Eksperimen (Cont.)
Metode Desain Model
Quasi Exp Posttest only control group design T X O C O
Quasi Exp Pretest-posttest control group design T O X O C O O
Quasi Exp Matching-only posttest control group design T M X O C M O
Quasi Exp Matching pretest-posttest control group design KET tidak ada pengacakan T O M X O C O M O
Ket O Pengamatan X Perlakuan T Kelp Eksp C
Kelp. Kontrol M Matching
16Metode dan Desain Penelitian Eksperimen (Cont.)
Metode Desain Model
Individual Designs Interupted time series design O1O2O3O4 X O5O6O7O8 satu kali perkalian tp beberapa kali pengamatan
Individual Designs Equivalent time Series Design X1 O1 X2 O2 X3 O3 X4 O4 perlakuan pengamtan-perlakuan pengamatan (selang seling)
Individual Designs Repeated measures experiment X1 O X2 O X3 O
Individual Designs Counterbalanced design I X1 O X2 O X3 O II X2 O X3 O X1 O III X3 O X1 O X2 O
Individual Designs Single-subject designs contoh oleh jean piaget percobaan kepadda anakx lawrrence. subyeknya hanya satu orang. O X O
17Contoh Desain Faktorial 2x2 dng 2 Variabel outcome
Komunikasi Interpersonal (B) Strategi Pembelajaran (A) Strategi Pembelajaran (A) Strategi Pembelajaran (A) Strategi Pembelajaran (A)
Komunikasi Interpersonal (B) Kolaboratif (A1) Kolaboratif (A1) Kompetitif (A2) Kompetitif (A2)
Komunikasi Interpersonal (B) Y1 Y2 Y1 Y2
Tinggi (B1) A1B1Y1 A1B1Y2 A2B1Y1 A2B1Y2
Rendah (B2) A1B2Y1 A1B2Y2 A2B2Y1 A2B2Y2
Total A1Y1 A1Y2 A2Y1 A2Y2
Y1 Hasil Belajar PPKn Ranah Kognitif Y2 Hasil
Belajar PPKn Ranah Afektif
Judul Penelitian Pengaruh Strategi Pembelajaran
(Kolaboratif Kompetitif) dan Komunikasi
Interpersonal Terhadap Hasil Belajar PPKn Ranah
Kognitif dan Afektif
18Ancaman Terhadap Validitas Eksperimen dan Teknik
Pengontrolan
Jenis Ancaman Cara Mengontrolnya
Karakteristik subjek Gunakan subjek yang benar-benar homogen antara kelompok eksperimen maupun kontrol
Kematangan Waktu eksperimen jangan terlalu lama (bisa saja ybs beeerubah).
Mortalitas Integrasikan tes dengan jadwal ujian/ulangan Ingatkan subjek akan pentingnya tes/ulangan
Efek sikap subyek (Hawthorne John Henry Effect) Jangan memberitahu subjek bahwa mereka sedang berada dalam situasi penelitian baik pada kelompok eksperimen maupun pada kelompok kontrol.
Efek testing Gunakan tes yang paralel Waktu eksperimen dibuat lebih lama
Efek Lokasi Standarisasi lokasi (sarana prasarana, waktu eksperimen, dll) Gunakan sekolah / lokasi eksperimen yang sama
19Ancaman Terhadap Validitas Eksperimen dan Teknik
Pengontrolan (Cont.)
Jenis Ancaman Cara Mengontrolnya
Efek Sejarah Usahakan eksperimen pada saat yang bebas dari intervensi luar atau kejadian-kejadian luar biasa (hindari pada saat menjelang libur sekolah, pada saat libur hari raya, dsb).
Efek Instrumentasi Gunakan instrumen yang tidak menimbulkan penafsiran ganda (mis. Gunakan Tes objektif) Bakukan instrumen yang digunakan Hindari pengumpul data yang memiliki kepentingan tertentu terhadap subjek yang diteliti untuk menghindari bias pengumpul data
Efek Implementasi Bila menggunakan orang lain sebagai pelaksana eksperimen maka pastikan bahwa pelaksana pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol memiliki karakteristik yang sama (latar belakang pendidikan, kemampuan, keahlian, pengalaman kerja, dsb).
20Teknik Analisis Data Dlm Penelitian Kuantitatif
(cont.)
Metode Jenis Data Teknik Analisis Teknik Analisis Teknik Analisis Teknik Analisis Teknik Analisis
Metode Jenis Data Deskriptif Inferensial Inferensial Inferensial Inferensial
Metode Jenis Data Deskriptif 2 sampel 2 sampel gt2 sampel gt2 sampel
Metode Jenis Data Deskriptif Related Independent Related Independent
Komparatif/ Eksperimen Nominal Distr. frekuensi, prosentase, modus - McNemar Chi Square Fisher Exact Probability Cochran Q Chi Square
Komparatif/ Eksperimen Ordinal Distr. frekuensi, prosentase, modus, Sign Test, Wilcoxons matched pairs Median Test Mann-Whitney (U Test) Kolomogorov-Sminorv Test Friedman Two-way Anova Kruskal-Wallis One way Anova
Komparatif/ Eksperimen Rasio/ Interval Distr. frek, mean, modus, median, persentil, deviasi standar, kurtosis t test t- test Ancova (kalo E- satu), Mancova 1 way/ 2 way Anova, 1 way/ 2 way Manova
- Catatan
- Khusus untuk Teknik Analisis Inferensial pada
metode korelasional atau eksperimen terdapat
beberapa uji persyaratan analisis - Uji Normalitas Data dan normalitas galat
taksiran - Uji Homogenitas varians
- Uji Linearitas Regresi
21pertanyaan
- bagaimana effek ekspeerimen
- tetap ada efek. utk minimalisir sebagai
peneliti tidak boleh diberitahu. seolah-olah
eksprimen. - cara sebelum dimulai diberikan pembekalan.
harus guru.... tapi pengukurannya dilakukan oleh
peneliti. - kalau uji t signifikan maka harus ada uji
lanjut.... uji scheefe... - signifikan
- ada tidak
22- mortalitas jika data ttidak normaal bagaimana
mengataasinya. statistik non-parameetrik uji
McNemaar - efek testing tes sama
- uji normalitas jika datanya tidak normal .
- non-para metrik mana yang cocok utk menguji
paarametrik tersebut. cara - kitta tetapkan beberapa orang. siapa sj sampelnya
- harus ada uji regresi untuk ancova atau mancova.
23 24DESAIN KORELASIONAL
- Dr. Marsel R. Payong, M.Pd.
- STKIP St. Paulus Ruteng
25Beberapa Konsep Dasar
- Penelitian korelasional bertujuan untuk menemukan
kekuatan hubungan dan kontribusi dari suatu
variabel terhadap variabel lain dalam latar
alamiah (non eksperimen). - Ciri penelitian ini
- Terdiri atas dua atau lebih variabel di mana
diantaranya merupakan variabel independen dan
yang lain merupakan variabel dependen - Kekuatan hubungan antar variabel secara statistik
ditunjukkan dengan koefisien korelasi - Dari hubungan itu dapat ditentukan kontribusi
dari variabel independen terhadap variabel
dependen baik secara bersama-sama maupun secara
parsial yang ditentukan melalui indeks
determinasinya.
26Kapan Melakukan Penelitian Korelasional?
- Bila peneliti ingin mengetahui suatu hubungan
antara suatu variabel independen dengan variabal
dependen tanpa ada intervensi tertentu (dalam
latar alamiah) - Bila peneliti ingin menguji suatu / beberapa
dugaan / asumsi teoretis tertentu tentang adanya
hubungan antara satu variabel dengan variabel
lain dalam latar alamiah
27Masalah dalam Penelitian Eksperimen
- Research-based problem masalah yang belum
terjawab dari hasil penelitian yang sudah
dilakukan sebelumnya. - Mis studi sebelumnya telah membuktikan bahwa ada
hubungan positif dan signifikan antara variabel
X1, X2 terhadap hasil belajar Mapel Y. Masalah
yang belum diteliti bagaimana hubungan dari
variabel X3, X4 dst dengan hasil belajar Mapel Y? - Maka penelitian yang dapat dibuat adalah menguji
hubungan antara variabel X3 dan X4 dengan hasil
belajar Mapel Y.
28Masalah dalam Penelitian Eksperimen
- Practical-based problem masalah yang berasal
dari praktek atau pengalaman empiris tertentu. - Mis. studi sebelumnya memperlihatkan bahwa
rendahnya hasil belajar mata pelajaran Y
ditentukan oleh penguasaan bahan ajar guru yang
rendah (mis tingkat kontribusi 23). - Maka studi yang dapat dibuat selanjutnya adalah
menguji hubungan dari variabel-variabel lain yang
berkontribusi terhadap rendahnya penguasaan bahan
ajar guru (mis minat baca, kuriositas, kemampuan
mengembangkan diri, motivasi belajar, dsb)
29Masalah dalam Penelitian Eksperimen
- Replication-based problem masalah penelitian
merupakan replikasi/pengulangan terhadap
penelitian sebelumnya tetapi diterapkan pada
latar atau konteks yang berbeda. - Mis. studi sebelumnya yang dibuat di sebuah
sekolah perkotaan memperlihatkan bahwa ada
hubungan positif antara motivasi belajar dengan
hasil belajar. - Masalah eksperimen berikutnya bagaimana hubungan
antara motivasi belajar dan hasil belajar bagi
siswa di pedesaan atau di daerah pemukiman kumuh?
30Model Desain Penelitian Korelasional
Desain 1 variabel bebas 1 variabel terikat Mis.
Hubungan Antara Minat Meneliti dengan Hasil
Belajar Statistika
Desain 2 variabel bebas 1 variabel terikat Mis.
Hubungan antara banyaknya waktu luang dan
self-control dengan perilaku judi
Desain 3 variabel bebas 1 variabel terikat Mis.
Hubungan antara motif berprestasi, pengalaman
kerja, sense of bussiness dan kemampuan
manajerial kepala sekolah
Ketr X Variabel Bebas/independen Y Variabel
Terikat/dependen
31- Pak Niko
- jika X tidak berhubungan dengan Y.
- harus melihat hipotesis. kalo tiddak ada
hubungan diabaikan atau tidak perlu diperhatikan.
dugaan terbatas. - panah....
- satu panah tiddak ada hubungan kausal.
- kalau analisis path panahnya dua.
- hubungannya adalah hub satu arah.
32- pa Ely
- Hubungan antarvariabel independent saja.
- Temuan tidak ada hubungan antara salah satu
variabel X ddengan variabel y
33- Ibu Mery
- pengolahan data penelitian korelasi dan
deskriptif - jawab assosiatif korelasional
- replication perkotaan dan pedesaan
- apabila setingnya sama... bagaimana
- jawab suasananya betul2 berbeda.
34- Pa Viktor alat ukur, angket perlu
diperhatikan dan juga cara pengambilan sampelnya. - penelitian var bebas ada dua dan hub dngan Y.
- apabila x1 nominal, x2 interval
- bagm cara mengkorelasikan secara bersama-sama
terhadap Y. - jawab bisa dibuat. lihat variabel2 kategori.
35Beberapa Contoh Penelitian Korelasional
- Hubungan antara minat menjadi peneliti dengan
hasil belajar statistik - Keterkaitan antara banyaknya televisi di pedesaan
dan tingkat pengangguran dengan tingkat kejahatan
di pedesaan - Keterkaitan frekuensi menonton televisi dengan
kecenderungan mengecat rambut - Hubungan antara keterlibatan dalam organisasi
kemahasiswaan dan minat menjadi pemimpin dengan
kemampuan komunikasi interpersonal - Hubungan antara banyaknya waktu luang dan
self-control dengan perilaku judi - Hubungan antara kemampuan mengelola konflik,
sikap terhadap profesi guru dan kemampuan
mengelola pembelajaran - Hubungan antara keinovatifan guru, kemampuan
komunikasi interpersonal dan sikap terhadap siswa
dengan kemampuan mengelola pembelajaran - Hubungan antara motif berprestasi, pengalaman
kerja, sense of bussiness dan kemampuan
manajerial kepala sekolah - Hubungan antara gaya kognitif, daya juang, sikap
terhadap mata pelajaran dengan prestasi belajar
siswa
36Teknik Analisis Data Dlm Penelitian Kuantitatif
(Cont.)
Metode Jenis Data Teknik Analisis Teknik Analisis
Metode Jenis Data Deskriptif Inferensial
Korelasional Nominal Distr. frekuensi, prosentase, modus, Contingency Coefficient C, biserial/point biserial correlation
Korelasional Ordinal Distr. frekuensi, prosentase, modus, Spearman Rank Correlation Kendall Tau Correlation
Korelasional Rasio/ Interval Distr. frekuensi, modus, mean, median, persentil, deviasi standar, kurtosis Product Moment Correlation Partial multiple correlation Simple multiple regression Path Analysis/SEM Canonical Correlation Factor analysis
- Catatan
- Khusus untuk Teknik Analisis Inferensial pada
metode korelasional atau eksperimen terdapat
beberapa uji persyaratan analisis - Uji Normalitas Data dan normalitas galat
taksiran - Uji Homogenitas varians
- Uji Linearitas Regresi
- Uji Multikolinieritas
37PENELITIAN TINDAKAN KELAS
Dr. Marsel R. Payong, M.Pd. STKIP St. Paulus
Ruteng
38Pengertian PTK
- Penelitian suatu kegiatan mencermati suatu
objek dengan menggunakan aturan metodologis
tertentu untuk memperoleh data atau informasi
yang bermanfaat - Tindakan suatu kegiatan yang sengaja dilakukan
untuk tujuan tertentu - Kelas sekelompok siswa yang dalam waktu yang
sama menerima pelajaran dari seorang guru.
39Pengertian PTK (lanjutan)
- Suatu pencermatan terhadap kegiatan pembelajaran
berupa suatu tindakan yang dilakukan secara
sistematis, terencana dengan maksud untuk
memecahkan masalah-masalah yang dihadapi dalam
pembelajaran di kelas. - Suatu jenis penelitian terapan yang dilaksanakan
oleh guru untuk memecahkan masalah-masalah
pembelajaran melalui intervensi tindakan tertentu
yang dilaksanakan secara ilmiah, sistematis, dan
terkontrol.
40Karakteristik PTK
- Situasional berhubungan langsung dengan
permasalahan nyata yang dihadapi guru dan siswa
di kelas - Kontekstual upaya pemecahan yang berupa model
dan prosedur tindakan tidak terlepas dari
konteksnya. - Kolaboratif adanya partisipasi aktif antara guru
dan siswa dan dengan semua pihak terkait. - Self-reflective pelaksana tindakan serta objek
yang dikenai tindakan melakukan evaluasi dan
refleksi terhadap hasil dan kemajuan yang
dicapai. - Fleksibel tidak terlalu ketat mengikuti kaidah
metodologi ilmiah seperti sampling, instrumen,
kontrol, dsb.
41Perbedaan PTK dan Penelitian Konvensional
Aspek Penelitian Tindakan Kelas Penelitian Konvensional
Masalah Masalah dirasakan dan dihadapi oleh peneliti dalam melaksanakan pekerjaannya Masalah dan hasil pengamatan pihak lain, termasuk sponsor
Tujuan Melakukan perbaikan, peningkatan, atau perubahan ke arah yang lebih baik Menguji hipotesis, membuat generalisasi, menemukan eksplanasi
Manfaat Langsung terlihat dan dapat dinikmati oleh konsumen objek penelitiannya Tidak langsung terlihat dan dipakai sebagai saran / rekomendasi
Teori Dipakai sebagai dasar untuk memilih dan menentukan solusi / aksi tindakan Dipakai sebagai dasar perumusan hipotesis / pertanyaan penelitian
Metodologi / Desain Fleksibel sesuai konteks tanpa mengorbankan asas metodologis ilmiah Langkah kerja bersifat siklis Menuntut paradigma penelitian yang jelas langkah kerja bersifat linear
42Tujuan PTK
- Untuk melakukan perbaikan, peningkatan dan
perubahan ke arah yang lebih baik sebagai upaya
pemecahan masalah - Menemukan model dan prosedur tindakan yang
memberi jaminan terhadap upaya pemeachan masalah
yang mirip pada kesempatan lain - Mengembangkan kemampuan guru untuk mencermati
permasalahan aktual di kelas dan berusaha
memecahkannya secara sistematis - Menumbuhkan budaya meneliti dan menulis di
kalangan guru sekolah
43Prinsip Pelaksanaan PTK
- Tindakan dan pengamatan dalam proses penelitian
tidak boleh mengganggu / mengorbankan proses
pembelajaran - Metode dan teknik yang digunakan tidak boleh
terlalu kompleks dari segi kemampuan dan waktu
pelaksanaannya - Metodologi yang digunakan harus terencana secara
cermat sehingga tindakan dapat dilaksanakan - Topik atau permasalahan yang dipilih harus nyata,
menarik, dapat ditangani dan berada dalam
jangkauan kewenangan peneliti untuk melakukan
perubahan - Kegiatan penelitian haruslah merupakan suatu
proses yang berkelanjutan (on-going)
44Tahap-tahap Umum dalam PTK
- Identifikasi dan
- analisis Masalah
- Perencanaan
- Pelaksanaan
- Pengamatan
- Refleksi
45Rincian Tahapan PTK
- Perencanaan
- Kajian Pengajaran
- Identifikasi Masalah dan faktor penyebab
- Penyusunan Rencana Tindakan
- Pelaksanaan Tindakan
- KBM /Open Kelas
- Pengamatan
- Pengambilan data (tes, pengamatan, dsb)
- Analisis dan interpretasi data
- Refleksi dan Tindak Lanjut
46Ruang Lingkup Masalah PTK
- Masalah-masalah yang bisa diatasi oleh guru
- Masalah-masalah yang terkait dengan pembelajaran
- Masalah-masalah yang terkait pembelajaran yang
bisa diatasi oleh guru - Masalah hasil belajar
- Masalah motivasi
- Masalah disiplin
- Metode pembelajaran guru
47Analisis Masalah PTK
48IDENTIFIKASI MASALAH PEMBELAJARAN
49Apa itu Masalah
- Suatu kesenjangan antara harapan dan kenyataan
- Suatu situasi yang tidak memuaskan atau yang
mengganggu pikiran dan perasaan guru sehingga
dirasa perlu untuk segera diatasi - Masalah seringkali muncul dalam bentuk simptom
atau fenomen tertentu yang mengganggu - Suatu situasi dianggap mengandung masalah jika
ada kriteria atau tolok ukur yang digunakan
sebagai kondisi ideal (harapan)
50Dari mana menemukan masalah dalam pembelajaran?
- Refleksi terus-menerus terhadap
pengalaman-pengalaman pembelajaran di kelas - Studi-studi kasus (case study) yang dibuat oleh
guru secara teratur - Hasil sharing dengan rekan-rekan sejawat
51Beberapa Pertanyaan Untuk Menemukan Masalah
- Apakah kompetensi siswa dalam mata pelajaran yang
diasuh sudah cukup memadai? Bagaimana tingkat
pencapaian KKM? - Apakah hasil belajar sudah cukup tinggi
- Apakah proses pembelajaran cukup efektif?
- Apakah siswa cukup aktif dalam pembelajaran?
- Apakah pembelajaran sudah menyenangkan dan
menyentuh kebutuhan siswa? - Apakah strategi pembelajaran yang digunakan sudah
cukup efektif?
52Penting Diingat !!!!!
- Sesuatu dikatakan bermasalah jika sudah
diperbandingkan dengan standar / kriteria
tertentu (konsep, teori, aturan, dsb).
53Beberapa Contoh Identifikasi Masalah
Ideal Kenyataan Masalah
Siswa harus masuk kelas pkl. 07.00 30 siswa masuk kelas di atas pkl. 07.00 TIngginya angka keterlambatan siswa
Siswa harus terlibat aktif di kelas 10 siswa yang aktif bertanya atau menjawab pertanyaan Rendahnya keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran
KKM untuk mata pelajaran X 75 Rata-rata hasil belajar mata pelajaran X 54 Rendahnya daya serap siswa dalam pelajaran X
Siswa harus mengerjakan tugas-tugas PR 25 siswa tidak mengerjakan PR Kurangnya minat untuk menyelesaikan PR
54Masalah Macam Apa yang perlu PTK?
- Luasnya masalah itu (magnitude) yakni dialami
oleh sebagian besar siswa - Memiliki dampak terhadap siswa kebanyakan, guru,
bahkan sekolah secara keseluruhan - Menjadi sumber keresahan bagi banyak pihak
55Mengidentifikasi Masalah (Lanjutan)
Masalah yang muncul dalam Pembelajaran Magnitude / besarnya masalah Kemungkinan penyebabnya Alternatif Solusi
56Dari mana Menemukan Alternatif Pemecahan Masalah
- Kajian terhadap teori-teori pembelajaran dan
teori-teori pendidikan - Kajian terhadap hasil penelitian yang relevan
dengan masalah yang diteliti - Pendapat pakar pendidikan
- Diskusi intensif dengan teman sejawat, dosen,
atau praktisi pendidikan
57Kriteria Kelayakan Solusi Pemecahan Masalah dalam
PTK
- Kemampuan guru untuk melaksanakan rencana
tindakan (penguasaan terhadap metode, strategi
atau pendekatan yang digunakan) - Kemampuan dan kesiapan siswa secara akaedmik, dan
emosional - Fasilitas pendukung pelaksanaan rencana tindakan
- Iklim akademik dan kebijakan sekolah yang
mendukung
58Merumuskan Masalah
Masalah Alternatif Solusi Rumusan Masalah
Rendahnya kemampuan siswa memecahkan soal cerita Gunakan Metode Bermain Peran Apakah penggunaan metode bermain peran dapat meningkatkan kemampuan siswa memecahkan soal cerita?
Tingginya pelanggaran disiplin di kelas Gunakan kontrak belajar Apakah penggunaan kontrak belajar dapat mengurangi pelanggaran disiplin di kelas?
Rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran di kelas Gunakan metode diskusi Apakah penggunaan metode diskusi dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran di kelas?
59Tugas Identifikasi Masalah
- Buatlah identifikasi kebutuhan menggunakan
matriks berikut ini
Ideal Kenyataan Masalah Kemunngkinan penyebab Alternatif solusi Rumusan masalah Judul PTK
60Tugas Perencanaan Tindakan
- Berdasarkan identifikasi masalah yang dilakukan,
buatlah pemetaan rencana tindakan dengan
menggunakan matriks berikut ini
Masalah Kemungkinan penyebab yang menonjol Alternatif tindakan Tahapan tindakan Perangkat pembelajaran Instrumen Pengumpul Data
61PERENCANAAN TINDAKAN
62Syarat Kelayakan Tindakan
- Rasional dan memiliki dasar / argumentasi
teoretis tertentu - Feasibel atau dapat dilaksanakan
- Tidak mengganggu aktivitas pembelajaran di
sekolah - Tidak menimbulkan masalah etis tertentu
63Syarat Kelayakan Tindakan
- Tersedia fasilitas dan sarana pendukung
- Mengandung unsur baru / belum diterapkan
sebelumnya - Tindakan haruslah berproses/bersiklus sehingga
dapat dipantau dampaknya terhadap penyelesaian
masalah dari waktu ke waktu - Didukung oleh semua komponen sekolah
64Ruang Lingkup Tindakan dalam PTK
- Strategi
- Metode
- Media
- Kombinasi dari ketiganya
65Produk Perencanaan Tindakan
- Skenario tindakan yang tertuang dalam perencanaan
implementasi RPP - Perangkat-perangkat penilaian (rubrik evaluasi,
pedoman pengamatan, kuesioner, dsb) - LKS, media dan alat bantu pembelajaran
66PELAKSANAAN TINDAKAN
67Pada saat pelaksanaan
- Tindakan yang telah direncanakan harus
dilaksanakan secara konsisten - Perlu ada pengamatan dan monitoring
- Peneliti perlu melibatkan pihak-pihak lain
sebagai mitra untuk melakukan pengamatan atau
monitoring - Jadwal tindakan harus ditaati
68Pengamatan
- Pengamatan dapat dilakukan selama pelaksanaan
tindakan (untuk pengamatan proses) dan setelah
dilaksanakan tindakan (pengamatan hasil) - Pengamatan hendaknya dibuat secara menyeluruh
terhadap dampak dari tindakan terhadap
permasalahan yang dihadapi, termasuk berbagai
dampak pengiringnya. - Data-data hasil pengamatan bisa berupa data
kuantitatif maupun data kualitatif
69Refleksi
- Refleksi dilakukan untuk melihat kembali tindakan
yang telah dilakukan dan dampaknya terhadap
pemecahan masalah. - Selain itu juga untuk mengetahui
kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam
implementasi tindakan. - Hasil dari refleksi dijadikan sebagai dasar untuk
menetapkan rencana tindakan selanjutnya pada
siklus berikutnya.
70Berapa Siklus Dibutuhkan untuk sebuah PTK?
- Sekurang-kurangnya dua siklus. Jika siklus I
telah memperlihatkan perubahan maka perlu dicoba
pada siklus II untuk memastikan apakah perubahan
itu konsisten atau kebetulan. - Jika siklus I mengalami perubahan tetapi siklus
II stagnan atau mengalami penurunan maka
hendaknya diteruskan ke siklus III - Hasil dari siklus III menjadi pembanding siklus I
dan II - Jika makin lama siklus tetapi kurang
memperlihatkan ada perubahan yang berarti maka
intervensi tindakan itu kurang efektif. Perlu
diganti dengan intervensi tindakan lain.
71Dalam satu siklus, berapa pertemuan yang
dibutuhkan?
- Jika permasalahan PTK kompleks, misalnya mencakup
hasil belajar keseluruhan untuk satu mata
pelajaran atau satu SK maka jumlah pertemuan
dalam satu siklus disesuaikan dengan jumlah
kompetensi dasarnya (dalam satu KD
sekurang-kurangnya 2 pertemuan) - Jika masalahnya hanya mencakup satu KD maka satu
pertemuan satu siklus
72Kriteria Keberhasilan PTK
- Efektivitas sejauh mana intervensi PTK telah
menimbulkan perubahan yang positif atau mengatasi
permasalahan yang dihadapi - Efisiensi pemanfaatan sumber daya dalam PTK
(waktu, tenaga, biaya, sarana pendukung) haruslah
terukur dan tidak menimbulkan kerugian /
pemborosan. - Daya tarik dampak dari intervensi PTK juga harus
membawa kepuasan bagi guru, siswa, dan
menimbulkan motivasi dan ketertarikan belajar
bagi siswa.
73Beberapa Contoh PTK
Masalah Tindakan Judul
Ketidakmampuan membaca pemahaman Penggunaan Teknik SQ3R Upaya meningkatkan kemampuan membaca pemahaman dengan teknik SQ3R dalam pembelajaran Bindo di kelas VI SD Kec
Ketidakmampuan menyelesaikan soal cerita Metode Bermain Peran Upaya meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal cerita dalam pembealjaran matematika dengan menggunakan metode bermain peran di kelas V SD .. Kec.
74Petunjuk MenulisProposal PTK
75Struktur Proposal PTK
Bab III Metodologi Penelitian A. Desain
Penelitian B. Prosedur Penelitian 1.
Perencanaan 2. Pelaksanaan 3.
Pengamatan 4. Refleksi C. Subjek
Penelitian D. Tempat dan Waktu Penelitian E.
Teknik Pengumpulan Data F. Teknik Analisis
Data Daftar Kepustakaan
- Bab I Pendahuluan
- A. Latar Belakang
- B. Rumusan Masalah
- C. Tujuan Penelitian
- D. Manfaat Penelitian
- Bab II Kajian Teoretis
- A. Hakikat Variabel Masalah (Y)
- B. Hakikat Variabel Tindakan (X)
- C. Kerangka Berpikir
76Bab I. Pendahuluan
- A. Latar Belakang
- Kondisi ideal (rujukannya kurikulum, teori-teori
pembelajaran, dsb) - Kenyataan (penyimpangan dari kondisi ideal di
atas) - Analisis masalah (faktor-faktor penyebab
munculnya penyimpangan atau kesenjangan tersebut - Tawaran alternatif pemecahan
- B. Rumusan Masalah
- Mengandung dua unsur unsur masalah dan unsur
tindakan - Dirumuskan dalam kalimat tanya interogatif atau
non interogatif
77Bab I. Pendahuluan
- C. Tujuan Penelitian
- Untuk memecahkan masalah aktual dan spesifik
yang dihadapi seperti yang tergambar dalam latar
belakang sehingga mutu pembelajaran di sekolah
dapat semakin meningkat - D. Manfaat Penelitian
- Bagi Guru (peningkatan profesionalisme,
peningkatan keinovatifan dan budaya meneliti) - Bagi Siswa (peningkatan hasil belajar, motivasi
dan kepuasan belajar) - Bagi sekolah (peningkatan mutu pendidikan di
sekolah)
78Bab II. Kajian Teoretis
- A. Hakikat Variabel Masalah (pengertian, dasar
teori dsb) - B. Hakikat Variabel Tindakan (pengertian, dasar
teori, keunggulan, prosedur penerapan) - Kerangka Berpikir (Argumentasi peneliti tentang
hubungan antara variabel masalah dan variabel
tindakan)
79Bab III. Metodologi Penelitian
- A. Desain Penelitian (jelaskan model desain dan
mengapa menggunakan desain tersebut) - B. Prosedur Penelitian (Perencanaan, Pelaksanaan,
Pengamatan, Refleksi) - C. Subjek Penelitian (siswa di kelas berapa)
- D. Tempat dan Waktu Penelitian (di sekolah mana,
kapan?) - E. Teknik Pengumpulan Data (tes, pengamatan,
wawancara, kuesioner, dsb dilengkapi dengan
kriteria keberhasilan / perubahan yang
diinginkan) - F. Teknik Analisis Data (Analisis deskriptif
kuantitatif dan kualitatif)
80Daftar Kepustakaan
- Tuliskan semua rujukan yang dikutip baik pada bab
I, II maupun bab III. - Teknik Penulisan
- Nama Penulis (dibalik), tahun terbit, Judul
Buku/Artikel, Kota Terbit, Penerbit.
81- PENJELASAN CARA MENULISKAN
- DAFTAR PUSTAKA
- Cara membuat daftar pustaka mengacu pada model
Pusat Pengembangan Bahasa Indonesia yang terdapat
pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008). - Sedikitnya ada dua syarat utama harus dipenuhi
oleh sumber bacaan yang akan digunakan dalam
acuan teori - (1) Adanya keterkaitan antara isi bacaan dengan
masalah yang dibahas, - (2) Kemutahiran sumber bacaan, artinya sumber
bacaan yang sudah kadaluwarsa harus ditinggalkan.
82PENJELASAN CARA MENULISKAN DAFTAR PUSTAKA 3.
Urutannya Nama pengarang. Tahun penerbitan.
Judul buku dicetak miring. Kota Penerbit
Penerbit. Buku, artikel, dan sumber lain yang
boleh dituliskan dalam daftar pustaka adalah
acuan yang dikuti saja. 4. Buku, artikel, dan
sumber lain yang tidak dikutip tidak boleh
dituliskan dalam daftar pustaka.
83CONTOH MENULIS DAFTAR PUSTAKA Usman, Husaini
Purnomo Setyadi Akbar. 2009. Pengantar Metodologi
Sosial. Edisi Ketiga. Jakarta Bumi
Aksara. Usman, Husaini. 2009. Manajemen Teori,
Praktik, dan Riset Pendidikan. Edisi Ketiga.
Jakarta Bumi Aksara. Payong, Marsel Ruben.
2009. Prospek Pendidikan Kesetaraan di
Indonesia, Jurnal Missio, Vol. II No.
2. Suhardjono. 2005. Laporan Penelitian
Eksperimen dan Penelitian Tindakan Kelas sebagai
KTI, makalah pada Pelatihan Peningkatan Mutu Guru
di LPMP Makasar, Maret 2005
84Menulis Laporan PTK
85Laporan PTK
- Laporan PTK adalah laporan yang dibuat setelah
peneliti memastikan bahwa telah terjadi
perubahan-perubahan yang mengarah kepada
perbaikan atau telah diatasinya masalah yang
dihadapi sebelumnya. - Laporan PTK dibuat setelah dilaksanakan
siklus-siklus tindakan
86Struktur Laporan PTK
- Bab I Bab II sama persis seperti dalam Proposal
- Bab III ada penambahan yakni uraian tentang
siklus-siklus yang telah dilakukan dan waktu
pelaksanaan penelitian dibuatkan dalam jadwal
yang terinci - Bab IV. Hasil Penelitian
- A. Pra Tindakan
- B. Deskripsi Hasil Per Siklus (data-data
kuantitatif dan kualitatif disajikan) - C. Pembahasan / Diskusi
87Struktur Laporan PTK
- Bab V. Kesimpulan dan Saran
- Daftar Kepustakaan
- Lampiran-lampiran
- Instrumen penelitian (tes, kuesioner, pedoman
pengamatan, pedoman wawancara, dsb) - Data hasil penelitian (hasil tes, hasil tabulasi
kuesioner, transkrip wawancara, tabulasi hasil
pengamatan, deskripsi hasil pengamatan, catatan
anekdotal, catatan lapangan, dsb) dan hasil
pengolahan - Instrumen perlakuan/tindakan (RPP, media,
perangkat pembelajaran, dsb)
88Kriteria Pemilihan Jenis Penelitian
Kriteria Kuantitatif Kualitatif
Masalah yang diteliti Bila masalah cukup jelas, memperlihatkan adanya penyimpangan Bila masalah belum jelas, samar-samar, hanya berupa simptom
Informasi/data yang dibutuhkan Bila peneliti ingin mendapat informasi dari populasi yang luas untuk generalisasi Bila peneliti ingin mendapat informasi yang mendalam tentang suatu fenomen dari populasi terbatas
Tujuan penelitian Bila peneliti ingin melihat pengaruh dari suatu perlakuan (treatment) thd suatu objek tertentu atau keterkaitan antara suatu variabel dengan variabel lain baik untuk pengem-bangan teori atau untuk aplikasi dlm bidang tertentu Bila peneliti ingin memahami fenomen atau interaksi sosial yang kompleks guna menemukan pola hubungan atau saling keterkatian di antara fenomen tsb sehingga ditemukan teori, prinsip atau pola tertentu (grounded theory)
89Kriteria Pemilihan Jenis Penelitian (Cont.)
Kriteria Kuantitatif Kualitatif
Waktu penelitian Bila peneliti memiliki waktu yang terbatas tapi membutuhkan informasi dari populasi yang luas Bila peneliti memiliki waktu yang banyak dan membutuhkan informasi yang mendalam dari populasi yang terbatas
Acuan teori dan hipotesis Bila peneliti sudah memiliki teori dan kerangka berpikir tertentu sehingga sejak awal telah memiliki hipotesis yang akan diuji. Bila peneliti belum memiliki teori yang cukup dan belum memiliki hipotesis sejak awal.
90Populasi dan Sampel
- Populasi wilayah generalisasi yang terdiri dari
objek/subjek yang memiliki kualitas dan
karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh
peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya - Populasi tidak terbatas pada orang/manusia tetapi
juga objek/benda-benda lain. - Penetapan populasi tergantung pada masalah dan
variabel penelitian yang ditetapkan oleh peneliti - Terdapat dua jenis populasi
- Populasi target (targeted population) populasi
di mana hasil-hasil penelitian akan
digeneralisasikan - Populasi terjangkau (accessible population)
bagian dari populasi target di mana sebagian dari
anggotanya akan dijadikan sampel - Sampel bagian dari populasi yang akan diambil
untuk diteliti
91Teknik Sampling
Probability Sampling
Non Probability Sampling
- Simple random sampling
- Proportional random sampling
- Stratified proportional random sampling
- Cluster random sampling
- Multi-stage random sampling
- Systematic sampling
- Quota sampling
- Incidental sampling
- Purposive sampling
- Sampling jenuh
- Snowball sampling
92Contoh Teknik Sampling
Populasi
Sampel
x w s z w c d t q a d y j k p l m h b g n u i
a b c d e f g h i
Simple random sampling
93Contoh Teknik Sampling (Cont.)
Sampel
Populasi
Mhs STKIP Ruteng (850)
Mhs STKIP Ruteng (1700)
Prog. PGSD Tk I 350 Tk II 250
Prog. PGSD Tk I 700 Tk II 500
Prog. Teologi Tk I 35 Tk II 20 Tk III 12 Tk
IV 13 Tk V 15
Prog. Teologi Tk I 70 Tk II 40 Tk III 25 Tk
IV 27 Tk V 30
Stratified proportional random sampling
Sampel 50
Prog. Inggris Tk I 65 Tk II 45 Tk III 12 Tk
IV 15 Tk V 18
Prog. Inggris Tk I 130 Tk II 90 Tk III
25 Tk IV 30 Tk V 35
94Contoh Teknik Sampling (Cont.)
Populasi
Sampel
Kec. A 1102
Tahap II (20)
Tahap I Cluster (secara acak)
Desa A (120) Desa B (200) Desa C (158) Desa D
(256) Desa E (178) Desa F (190)
Desa B (40) Desa D (51) Desa E (36)
Desa B (200) Desa D (256) Desa E (178)
Cluster random sampling
95Contoh Teknik Sampling (Cont.)
96Ukuran Sampel
- Sampling error kekeliruan penarikan kesimpulan
yang selalu terjadi akibat dari pengambilan
sampel. Setiap penelitian yang membutuhkan data
sampel pasti memiliki sampling error. - Jika data penelitian berasal dari data populasi
maka sampling error hampir tidak ada. - Semakin kecil sampling error, semakin akurat
penarikan kesimpulan, begitupun sebaliknya - Semakin kecil sampling error maka ukuran sampel
harus semakin besar mendekati jumlah populasi.
97Ukuran Sampel
- Besarnya ukuran sampel berdasarkan tingkat
kekeliruan dapat dilihat pada tabel yang
dikembangkan oleh Isaac Michael (Sugiyono, 2006
p. 128) - Besarnya ukuran sampel dikaitkan dengan sampling
error hanya berlaku apabila populasinya memiliki
karakteristik yang heterogen. Jika populasinya
homogen maka penentuan ukuran sampel tidak
berlaku. Misalnya dalam penelitian laboratorium
yang menggunakan darah sebagai sampel, tidak ada
kriteria berapa cc darah yang harus diambil.
Dengan ukuran 0,1 cc darah saja sudah mewakili
seluruh darah dalam tubuh seseorang,
98Contoh penentuan besarnya ukuran sampel
- Jumlah populasi mhs PT XYZ 2200 orang FKIP
1000, FT 450, FE 750. - Penarikan sampel menggunakan taraf kekeliruan
(sampling error 5). - Dari tabel Isaac Michael, ukuran sampel yang
dibutuhkan 301 orang. - Berapa sampel untuk setiap fakultas?
99Lanjutan penentuan Ukuran sampel
- Rumus
- S Pi x n
- N
- Ketr
- S sampel
- Pi populasi untuk unit / kategori
tertentu - N populasi keseluruhan
- n ukuran sampel yang dibutuhkan
(berdasarkan nilai tabel untuk taraf kekeliruan
tertentu)
100- Dengan demikian
- Sampel FKIP 1000 / 2200 x 301 136,8 137
orang - Sampel FT 450 / 2200 x 301 61,5 61 orang
- Sampel FE 750 / 2200 x 301 102,6 103
orang - Total sampel 137 61 103 301 orang.
101Teknik Pengumpulan Data Dalam Penelitian
Kuantitatif
Metode Teknik Instrumen
Deskriptif Survai, polling Kuesioner, wawancara, skala, test, pedoman pengamatan
Eksperimen Observasi Daftar cek, skala, skala penilaian, test, pedoman pengamatan
Komparatif Survai, polling Kuesioner, wawancara, skala, tes, pedoman pengamatan
Korelasional Survai, polling Kuesioner, skala, tes, wawancara
102Validitas dan Reliabilitas Instrumen Penelitian
Kuantitatif
Jenis Instrumen Pengujian Validitas Pengujian Validitas Reliabilitas
Jenis Instrumen Konstruk/ Konten Empiris Reliabilitas
Tes, Skala Gutmann Expert judgment, table of spesification - t-test two sample Point biserial Correlation - Tes-retest, equivalent test - K-R20 - K-R21
Skala sikap Likert, Thurstone Expert judgment, table of spesification - t-test two sample Product moment Correlation - Alpha Cronbach - Split-half Spearman Brown
Rating scale Expert judgment, table of spesification - t-test two sample Product moment Correlation Ebel Formula Kendall Tau Rank order Spearman Corr.
Check list/ lembaran observasi Expert judgment, table of spesification - t-test two sample Point biserial Correlation - K-R20 - K-R21
103Teknik Analisis Data Dlm Penelitian Kuantitatif
Metode Jenis Data Teknik Analisis Teknik Analisis
Metode Jenis Data Deskriptif Inferensial
Deskriptif Nominal Distr. frekuensi, prosentase, modus Binominal, Chi Square one sample
Deskriptif Ordinal Distr. frekuensi, prosentase, modus Run test
Deskriptif Rasio/ Interval Distr. frekuensi, modus, mean, median, kuartil, persentil, deviasi standar, kurtosis, dll. t-test one sample
104Teknik Analisis Data Dlm Penelitian Kuantitatif
(cont.)
Metode Jenis Data Teknik Analisis Teknik Analisis Teknik Analisis Teknik Analisis Teknik Analisis
Metode Jenis Data Deskriptif Inferensial Inferensial Inferensial Inferensial
Metode Jenis Data Deskriptif 2 sampel 2 sampel gt2 sampel gt2 sampel
Metode Jenis Data Deskriptif Related Independent Related Independent
Komparatif/ Eksperimen Nominal Distr. frekuensi, prosentase, modus - McNemar Chi Square Fisher Exact Probability Cochran Q Chi Square
Komparatif/ Eksperimen Ordinal Distr. frekuensi, prosentase, modus, Sign Test, Wilcoxons matched pairs Median Test Mann-Whitney (U Test) Kolomogorov-Sminorv Test Friedman Two-way Anova Kruskal-Wallis One way Anova
Komparatif/ Eksperimen Rasio/ Interval Distr. frek, mean, modus, median, persentil, deviasi standar, kurtosis t test t- test Ancova, Mancova 1 way/ 2 way Anova, 1 way/ 2 way Manova
105Teknik Analisis Data Dlm Penelitian Kuantitatif
(Cont.)
Metode Jenis Data Teknik Analisis Teknik Analisis
Metode Jenis Data Deskriptif Inferensial
Korelasional Nominal Distr. frekuensi, prosentase, modus, Contingency Coefficient C, biserial/point biserial correlation
Korelasional Ordinal Distr. frekuensi, prosentase, modus, Spearman Rank Correlation Kendall Tau Correlation
Korelasional Rasio/ Interval Distr. frekuensi, modus, mean, median, persentil, deviasi standar, kurtosis Product Moment Correlation Partial multiple correlation Simple multiple regression Path Analysis/SEM Canonical Correlation Factor analysis
- Catatan
- Khusus untuk Teknik Analisis Inferensial pada
metode korelasional atau eksperimen terdapat
beberapa uji persyaratan analisis - Uji Normalitas Data dan normalitas galat
taksiran - Uji Homogenitas varians
- Uji Linearitas Regresi
- Uji Multikolinieritas